CARA MEMBUAT DISINFEKTAN ALTERNATIF COVID 19 VIRUS CORONA KEJANG KEJANG

Resep Disinfektan Alternatif Covid 19 Alias Corona yang Sangat Menjengkelkan. Sumber berdasarkan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia berafiliasi menggunakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB buat dibagikan ke rakyat supaya nir asal-asalan dalam menciptakan disinfektan yang malah berbahaya bagi kehidupan lain.

Foto Resep Disinfektan Alternatif Covid 19 Alias Corona yang Sangat Menjengkelkan
Gambar Disinfektan Alternatif Covid 19 BNPB

Menurut Situs Wikipedia. Disinfektan adalah bahan kimia yang dipakai buat mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran sang jasad renik atau obat buat membasmi kuman penyakit Pengertian lain berdasarkan disinfektan merupakan senyawa kimia yang bersifat toksik dan mempunyai kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara pribadi oleh disinfektan. Disinfektan nir mempunyai daya penetrasi sehingga nir mampu membunuh mikroorganisme yang masih ada pada pada celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan yang pula seringkali disebut desinfektan tidak dapat membunuh spora bakteri sebagai akibatnya diharapkan metode lain misalnya sterilisasi menggunakan autoklaf.

Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya lama gambaran, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. PH adalah faktor penting pada memilih efektivitas disinfektan, contohnya saja senyawa klorin akan kehilangan kegiatan disinfeksinya dalam pH lingkungan lebih menurut 10. Contoh senyawa pengganggu yg dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik.

Jenis-Jenis Disinfektan

Klorin

Senyawa klorin yg paling aktif merupakan asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya merupakan merusak oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara Mengganggu enzim-enzim yg terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Kelebihan dari disinfektan ini merupakan gampang digunakan, dan jenis mikroorganisme yg dapat dibunuh menggunakan senyawa ini jua cukup luas, mencakup bakteri gram positif & bakteri gr negatif. Kelemahan berdasarkan disinfektan berbahan dasar klorin adalah bisa menyebabkan korosi pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diharapkan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan ini. Klorin pula cepat terinaktivasi bila terpapar senyawa organik tertentu.

Iodin

Iodin adalah disinfektan yg efektif buat proses desinfeksi air pada skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup buat mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor. Sifatnya stabil, memiliki ketika simpan yang relatif panjang, aktif mematikan hampir seluruh sel bakteri, namun tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan gampang terdispersi. Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat dalam pH 7 (netral) dan lebih & mahal. Iodofor nir bisa digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49 ?C.

Alkohol

Alkohol disinfektan yg banyak digunakan buat alat-alat medis, contohnya termometer oral. Pada umumnya digunakan etil alkohol & isopropil alcohol menggunakan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan bisa merusak bahan yang terbuat menurut karet atau plastik.

Amonium Kuartener

Amonium kuartener merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau holistik atom H berdasarkan ion NH4 nya. Umumnya yang digunakan merupakan en:cetyl trimetil ammonium bromide (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida. Amonium kuartener bisa dipakai buat mematikan bakteri gram positif, tetapi kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali apabila ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam). Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan dalam permukaan berpori, sifatnya stabil, nir korosif, mempunyai umur simpan panjang, gampang terdispersi, dan menghilangkan bau nir sedap. Kelemahan berdasarkan senyawa ini adalah kegiatan disinfeksi lambat, mahal, & membentuk residu.

Formaldehida

Formaldehida atau dikenal jua menjadi formalin, menggunakan konsentasi efektif lebih kurang 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik dalam konsentrasi tinggi namun nir korosif terhadap metal, bisa mengakibatkan iritasi dalam mata, kulit, & pernapasan. Senyawa ini mempunyai daya inaktivasi mikrob menggunakan spektrum luas. Formaldehida pula dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.

Kalium permanganat

Kalium permanganat adalah zat oksidan kuat namun tidak tepat buat disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, rona, & bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini relatif efektif terhadap bakteri Vibrio cholerae.

Fenol

Fenol adalah bahan antibakteri yg cukup bertenaga pada konsentrasi 1-2% pada air, umumnya dikenal menggunakan lisol dan kreolin. Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi eksklusif. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama , berbau nir sedap, dan bisa menyebabkan iritasi, Mekanisme kerja senyawa ini merupakan menggunakan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan) protein sel berdasarkan mikroorganisme sebagai akibatnya terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.

RESEP DISINFEKTAN

BAHAN :

  • 1/2 cangkir cuka putih (suling)
  • 1/2 gelas air
  • 12 - 24 tetes minyak essensial (kemangi, kayu manis, cengkeh, kayu putih, jeruk nipis)
CARA MEMBUAT DISINFEKTAN :

  1. Pilih satu atau kombinasi minyak essensial masukkan ke botol sprayer.
  2. Tambahkan cuka dan air.
  3. Kocok botol.
  4. Beri label pada botol.
  5. Simpan di tempat aman.
CARA MENGGUNAKAN DISINFEKTAN :

  1. Semprot media yang akan didesinfeksi
  2. Dibersihkan dan dibilas dengan lap mikrofiber.
CARA KERJA ASAM CUKA :

  1. Rendahnya PH dan kadar Asam Asetat Cuka menghambat pertumbuhan virus.
  2. Cuka merupakan antiseptic ringan.
  3. Minyak esensial menambahkan kualitas anti bakteri, anti virus dan anti kuman.

Komentar

Postingan Populer